Level Trader

Sebenarnya ini adalah artikel lama tentang level atau tingkatan trading seseorang. Kita bisa melihat seseorang berada di level mana dari cara ngomong, cara bersikap dan cara menanggapi berbagai hal terkait urusan trading.

Jika anda menemukan artikel ini, bersyukurlah, bersegaralah memprogram mental trader anda… dulu saya sendiri baru ngeh tentang apa yg perlu perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi trading saya setelah menghabiskan waktu yang lama dan duit yang tidak sedikit.

Level 1 : Unconscious Incompetence

Ini adalah Level Trader pemula yang mengandalkan hoki ketimbang skill. Masih dikuasai sifat takut dan tamak. Biasanya orang yg masih berada pada level ini open posisi denga lot yang tak terukur, maunya profit banyak dalam waktu singkat (sama sekali tidak menggunakan Money dan Risk Management), dia menganggap dirinya adalah orang yg paling beruntung didunia, dia akan tobat kalo duitnya dah habis dan menganggap trading itu adlh bisnis angin surga, dekat tapi gak mungkin digapai. Hanya 10% orang yang bisa lolos melewati level ini.

Level 2 : Conscious Incompetence

Mulai mencari sistem trading yg dianggapnya paling ampuh melalui buku buku, seminar sana sini, group group ataupun media-media online lain. Level ini seseorang dipengaruhi sifat perfeksionis sehingga menginginkan holy grail (sistem trading yang sempurna), mengumpulkan dan mempelajari semua system trading yg ada baik di dunia nyata, maya bahkan gaib, mengoleksi indicator sampai pc nya hank dan kalau perlu membuat indikator sendiri. Ketika trade dan sedang beruntung sibuk captur dan posting kesana kemari agar tampak hebat, tapi yg loss disembunyikan. Hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level berikutnya, selebihnya mereka akan kelelahan sendiri dan mencari jalan hidup lain, dampak burukya trader yang putus dari level ini akan “Melantik” dirinya sebagai seorang master trader paling hebat didunia, trus siaran kesana kemari mencari korban dengan menjual indicator, seminar, mencari investor dgn iming iming profit besar dan cepat, dll.

Level 3 : The Eureka Moment

Orang yg masuk pada level ini, akan menyadari bahwa ternyata problemnya bukan pada sistem, indicator atau market itu sendiri tapi pada psikologi tradingnya sendiri, mereka akan mulai menyadari perlunya money management yang ketat dan disiplin tinggi. Level ini akan sadar betul bahwa tidak ada satupun system trading atau jenis analysis yang memiliki tingkat akurasi sempurna yang bahkan mendekati kebenaran mutlak. Maka disimpulkan bahwa kuncinya ada di konsistensi pada sistem yg ia kuasai, psikologi trading (mindset trader) dan money management yg ketat. Selanjutnya dia akan menjaga kedisiplinan untuk menjalankan trading systemnya dengan apapun yang terjadi. Hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya, sisanya akan kembali ke dunia nya.

Level 4 : Conscious competence

Kelompok trader pada level ini akan Trading jika dan hanya jika sistem memberi signal. Melakukan cut loss sama gampangnya dengan take profit karena sinyal sudah memberikan tanda demikian. Target profit terukur serta pembatasan resiko juga terukur. Mereka akan berjuang menjaga konsistensinya, jika dirasa mampu barulah menaikkan target. Semua dilakukan bertahap dengan orientasi hasil dan rentang waktu. Hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 : Unconscious Competence

Inilah level puncak dari seorang trader. Sang Trader telah menguasai emosinya dan kini ia trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari akumulatif profit yang diperoleh. Kehidupan dan Pendapatannya dari trading akan lebih dari sekedar cukup. Ia akan jadi bintang di trading chat room (Jika masih mau ngomong di forum), dan orang-orang akan mendengarkan apa yang orang lain katakan.

Pada level Eureka / Unconscious Competence ini, trader tersebut akan jauh tampak tenang dan bijaksana menghadapi situasi market apapun. Trader akan sangat disiplin menguasai market (dance with market) sambil terus memperhatikan pertumbuhan balance yang dia kelola.

Sekarang, diposisi yang mana anda ?